Rabu, 24 Oktober 2012

PERWASITAN DALAM SEPAK BOLA




Oleh: Yoan Afats Padafing
A.    Syarat-syarat Menjadi Wasit
Untuk menjadi wasit harusmemenuhi persyaratan sebagai berikut:
1.      Berbadan sehat menurut keterangan dokter (tidak berkacamata, tidak buta warna, dan penglihatan baik.
2.      Umur antara 24 sampai 40 tahun
3.       Berijazah SMA atau sederajat.
4.       Memahami dan melaksanakan janji wasit
5.      Mengetahui dan memahami peraturan sepak bola dengan baik.

B.     Perlengkapan wasit
1.      Perlengkapan pakian dan sepatu bola yang lengkap.
2.      Peluit
3.      Notes dan alat tulis
4.      Pencatat waktu (jam, stop watch)
5.      Koin untuk undian.
6.      Kartu merah dan kartu kuning.

C.     Kerjasama Antara Wasit, Hakim Garis, dan Wasit Cadangan
            Dalam memimpin suatu pertandingan wasit dibantu oleh 2 orang hakim garis dan 1 wasit cadangan. Tugas dan kewenangan yang diberikan kepadanya dimulai setelah memasuki lapanganpermainan. Wasit dan hakim garis harus saling bekerjasama yang baik dalam menjalankan tugasnya, supaya pertandingan dapat berjalan dengan baik dan lancer. Berhasil atau tidaknya seorang wasit dalam memimpin tergantung dari kerjasama pengadil dilapangan tersebut.

a)      Tugas Seorang Wasit
1.      Menegakkan dan menjalankan peraturan.
2.      Membuat putusan yang memihak pada tim yang membuat pelanggaran.
3.      Membuat catatan jalannya pertandingan.
4.      Memberikan tendangan bebas langsung atau tidak langsung.
5.      Memberikan hukuman tendangan (penalty kick).
6.      Memberikan teguran dan peringatan pada pemain yangmembuat pelanggaran.
7.      Menghentikan permainan untuk sementara atau seterusnya.
8.      Menentukan bola sesuai dengan syarat atau standar tidak.

b)      Tugas Hakim Garis
1.      Membantu tugas wasit dengan berpegang teguh pada peraturan-peraturan yang berlaku.
2.       Memberi isyarat kepada wasit dalam hal-hal sebagai berikut:
1.      Menentukan arah bola (trow in, corner kick, goal kick)
2.      Menentukan seorang pemain off-side atau tidak.

c)       Tugas Wasit Cadangan
1.      Menggantikan wasit atau hakim garis apabila ada yang berhalangan.
2.      Mengurusi pergantian pemain.
3.      Memberi isyarat padawasit jika pertandingan sudah selesai.
4.      Mengatur official adan pemain pangganti.
5.      Menerima isyarat dari wasit tentang penghentian pertandingan.
6.      Memberikan pendapatnya bila diminta oleh wasit utama.

d)     Posisi Wasit dan Hakim Garis
            Agar wasit dapat mengamati pertandingan dengan cermat,maka wasit dan pembantu wasit perlu menempatkan diri di tempat yang benar, sehingga semua kejadian penting dapat diamati dengan baik. Kejadian itu seperti; permulaan pertandingan, tendangan sudut, tendangan gawang, tendangan hukuman, dll.

e)      Isyarat-Isyarat Wasit dan Hakim Garis
            Isyarat ialah suatu tanda berkenaan dengan permainan. Dalampermainan sepak bola isyarat tersebut dapat diberikan oleh wasit atau hakim garis, atau wasit pengganti.

1.      Isyarat Wasit
Isyarat wasit dapat berupa peluit dan gerakan tangan, yaitu:

Ø  Bunyi Peluit
Bunyi peluit dari wasit umunya ada 2 macam yang didasarkan atas tujuan atau keguanaannya. Bunyi peluit dua kali pendek yang diikuti panjang, ini digunakan wasit sebagai isyarat dalam hal-hal sebagai berikut:
-          Agar para pemain siap untuk memasuki lapangan permainan.
-          Permainan dalam babak 1 selesai.
-          Permainan dalam babak 2 selasai.

Bunyi peluit panjang satu kali,ini digunakan wasit sebagai isyarat dalam hal-hal berikut:
-          Permainan dapat dimulai.
-          Penghentian permainan untuk sementara karena ada kejadian
-          Terjadi pelanggaran atas peraturan permainan.
-          Bola keluar lapangan.
-          Terjadi gol.
-           Ada pemain yang cidera.
-          Gangguan oleh cuaca atau penonton.

2.      Gerakan Tangan
Untuk lebih memperjelas keputusannya isyarat wasit yang berupa bunyi peluit akan diikuti dengan gerakan tangan sebagai isyarat. Isyarat tangan itu diantaranya:
Ø  Mengankat salah satu tangan lurus ke atas baik tangan kanan atau kiri berarti “ terjadi pelanggaran dengan hukuman tendangan bebas tidak langsung “.
Ø  Mengangkat kedua tangan didepan dada menghadap kebawah dan digerakkan menyilang berarti “ tidak terjadi pelanggaran “.
Ø   Kedua tangan menggantung sejajar disamping badan dengan telapak tanganmenghadap kedepan selanjutnta digerakan ke depan berarti “ meminta pemain untuk mundur ke belakang “.
Ø  Salah satu tanganmenunjuk titik tengah berarti “ terjadi bola masuk kegawang/gol secara sah”.
Ø   Salah satu tanganmenunjuk ke suatu tempat,sedang tangan yanglain menunjuk ke suatu arah, berarti “ menunjukkan tempat terjadinya pelanggaran dan arah bola “.
Ø   Pada permulaan permainan wasit mengangkat salah satu tangan kea rah hakim garis dan pemain, berarti “ meminta yang bersangkutan siap untukmemulaipertandingan “.

3.       Isyarat Hakim Garis
Untuk memberikan isyarat hakim garis menggunakan bendera. Isyarat itu adalah:
ü  Mengangkat bendera lurus ke atas, berarti “ memberitahu kepada wasit untuk menghentikan permainan, karena bola keluar atau ada kejadian ataupun terjadi pelanggran, dengan menunjukkan bendera kearah tempat tersebut.

4.      Isyarat Wasit Cadanagan
Isyarat dari wasit cadangan diberikan dari luar lapangan.isyarat itu antara lain:
a.       Adanya pergantian pemain
b.      Memberitahukan sisa waktu pertandingan
f)       Isyarat-Isyarat Wasit Dalam Pertandingan




PELANGGARAN-PELANGGARAN DALAM SEPAK BOLA

Untuk menjaga semangat sportivitas, disusunlah berbagai peraturan yang diharapkan membuat para pemain merasa nyaman dalam permainan. \
A.    Pelanggaran Pemain
Dalam sepak bola, terdapat sembilan peraturan yang apabila dilanggar akan mengakibatkan tendangan bebas langsung bagi regu lawan. Pelanggaran tersebut di antaranya sebagai berikut.
1.       Menerjang lawan secara kasar.
2.       Menerjang lawan dari belakang, kecuali jika lawan itu menghalang- halanginya.
3.      Memukul atau mencoba memukul lawan.
4.      Melompati pada lawan.
5.      Menendang atau mencoba menendang lawan.
6.      Me n j a t u h k a n l awa n , y a i t u menjatuhkannya dengan kaki atau dengan melakukan sliding dari depan atau dari belakang lawan itu.
7.      Memegang lawan dengan bagian lain dari tangan.
8.      Mendorong lawan dengan tangan atau bagian dari lengan.
9.      Memainkan bola dengan tangan atau lengan seperti membawa, memukul, dan mendorong bola. Pelanggaran terhadap ini mengakibatkan hukuman satu tendangan penalti, tetapi hal ini tidak berlaku bagi penjaga gawang, selama ia berada dalam daerah gawang. Adapun jika melakukan pelanggaran seperti berikut, maka ia memberikan kesempatan pada lawan untuk melakukan tendangan bebas tidak langsung di tempat pelanggaran terjadi. Jenis pelanggaran yang dimaksud adalah sebagai berikut.
1.       Memainkan permainan yang membahayakan, misalnya menendang bola yang sedang dipegang oleh penjaga gawang.
2.       Menerjang dengan cara yang tidak jujur.
3.      Sengaja menghalangi lawan saat tidak memainkan bola, misalnya berdiri di
antara bola dan lawan.
4.      Menerjang penjaga gawang, kecuali jika penjaga gawang itu:
-           keluar dari daerah gawangnya;
-           menghalang-halangi seorang lawan; atau
-          hendak memegang bola.
5.      Jika penjaga gawang membawa bola berjalan lebih dari empat langkah sambil memegang bola dengan idak memantulkan bola ke tanah.

B.     Pelanggaran Regu Penyerang
Berikut ini jenis-jenis pelanggaran yang dilakukan oleh regu penyerang.
1.      Melakukan perbuatan, bersikap, atau mengucapkan perkataan yang tidak sopan saat dilakukan tendangan hukuman.
2.      Pemain penyerang bukan pengambil tendangan masuk ke daerah tendangan hukuman (kurang dari 9,15 meter dari bola) sebelum bola ditendang.

3.      Pengambil tendangan hukuman melakukan gerakan yang membingungkan penjaga gawang.
4.       Bola tidak ditendang ke depan.

C.    Pelanggaran dari Regu Bertahan
Pelanggaran yang dilakukan oleh pihak penahan antara lain sebagai
berikut
:
1.      Melakukan perbuatan, bersikap, atau mengucapkan perkataan yang tidak sopan saat dilakukan tendangan hukuman.
2.      Penahan memasuki daerah tendangan hukuman (kurang dari 9,15 meter dari bola) sebelum bola ditendang.
3.      Penjaga gawang menggerakkan kedua kakinya sebelum bola ditendang (saat tendangan hukuman).

D.    Konsekuensi Pelanggaran yang Terjadi Saat Tendangan Hukuman Dilaksanakan
Jika terjadi pelanggaran pada saat tendangan hukuman dilakukan, konsekuensinya adalah sebagai berikut.
1.      Pelanggaran oleh pihak penyerang
Ø  Jika bola masuk ke gawang maka tendangan diulangi.
Ø  Jika bola keluar, lewat, atau sampai di atas gawang maka regu penahan melakukan tendangan gawang.
Ø  Jika bola mengenai gawang atau dipukul keluar oleh penjaga gawang, maka wasit menghentikan permainan dan regu bertahan melakukan tendangan bebas tidak langsung.

2.      Pelanggaran oleh pihak penahan
Ø  Jika bola masuk dalam gawang, maka gol dianggap sah.
Ø  Jika bola keluar lewat atau sampai di atas gawang, maka tendanganvdiulangi.
Ø  Jika bola mengenai gawang atau dipukul keluar oleh penjaga gawang, maka tendangan hukuman diulangi.
Ø  Jika pelanggaran dilakukan oleh kedua regu maka tendangan hukuman diulang. Jika tendangan hukuman diulang maka baik penjaga gawang maupun penendang hukuman boleh diganti dengan pemain lain.

Adapun pelanggaran yang berhubungan dengan permainan secara umum adalah:
1.     Melintas keluar dari daerah gawang;
2.     Mengulur waktu permainan;
3.     Masuk ke dalam atau ke luar lapangan permainan tanpa seizin wasit; dan
4.     Menunjukkan ketidaksetujuan terhadap suatu putusan wasit.